Tak Berkategori

Juventus Berhasil Mengunci Scudetto

Juventus Juara, Allegri Tegaskan Bertahan

Massimiliano Allegri meyakinkan bakal tetap bertahan di Juventus setelah sukses mengantarkan klub meraih juara. Ia hendak membawa Bianconeri tampil lebih baik lagi pada musim depan.

Juve baru saja meraih Scudetto kedelapan berturut-turut dan kelima beruntun di bawah Allegri. Hal itu dijamin setelah mereka menang 2-1 atas Fiorentina, Sabtu (20/04) malam WIB.

Si Nyonya Tua sejatinya sempat terbelakang dari gol cepat Nikola Milenkovic. Namun, sundulan Alex Sandro dan gol bunuh diri German Pezzella menciptakan Juventus merayakan gelar juara di Allianz Stadium.

Allegri sebelumnya paling santer dikabarkan akan meninggalkan Juventus pada akhir musim. Posisinya informasinya akan digantikan oleh pelatih timnas Prancis Didier Deschamps.

Tetap Bertahan

Allegri kesudahannya meyakinkan tidak bakal meninggalkan klub setelah membawa timnya juara. Allegri bahkan telah punya rencana untuk masa mendatang Bianconeri.

“Kami akan merasakan hidangan Paskah kami dan setelah tersebut saya bakal duduk bareng presiden dan klub,” kata Allegri untuk Sky Sport Italia.

“Saya yakin saya bakal tetap bareng Juventus. Saya mempunyai satu tahun tersisa di kontrak saya namun kami belum membicarakan tentang itu.

“Ini bukan masalah kontrak, namun rencana kami guna masa depan.

“Juventus akan menciptakan tim yang dapat menang namun harus tetap terdapat evaluasi, laksana yang terjadi sekitar lima tahun terakhir.”

Bela Dybala

Mantan bos AC Milan tersebut juga membela kontribusi Paulo Dybala. Sang pemain musim ini dirasakan tidak terlampau produktif sekitar empat musim di Turin.

Kedatangan Cristiano Ronaldo menciptakan pemain berusia 25 tahun tersebut kesulitan bersinar. Namun, Allegri bersikeras bahwa Dybala pun punya pengaruh yang lumayan penting.

“Musim Dybala bagus, khususnya sampai Januari,” katanya.

“Kami memainkan tidak sedikit pertandingan dengannya, Ronaldo dan Mandzukic. Ronaldo ialah pencetak gol, lihat saja pertandingan melawan Ajax. Di sebelahnya Anda memerlukan seorang striker dengan ciri khas yang bertolak belakang dan Dybala menghubungkan permainan dan tidak sedikit bekerja.

“Jika kita bermain dengan tiga pemain yang tetap sedang di depan bola, [anggota kesebelasan lainnya] akan keletihan dan saat ini terjadi, kita mendapat masalah.”

“Juventus Juara Bukan Karena Kebetulan!”

Meraih titah Scudetto bukanlah perkara mudah, dan tersebut dipertegas pulang oleh Massimiliano Allegri selaku pelatih Juventus. Pernyataan tersebut ia lontarkan usai mengirimkan timnya meraih juara Serie A guna kedelapan kalinya berturut-turut.

Juventus mengunci gelar juara setelah mengungguli Fiorentina dalam laga yang dilangsungkan di Allianz Stadium, Sabtu (20/4) kemarin. Laga tersebut sendiri sukses dimenangkan oleh Cristiano Ronaldo dkk dengan skor tipis 2-1.

Jelas, prestasi itu tak dapat dipandang sebelah mata. Namun Allegri tetap saja menemukan kritikan dari publik. Umumnya mereka kecewa sebab klub berjuluk Bianconeri itu harus tersingkir dari ajang Liga Champions musim ini.

Allegri Membalas Kritikan

Juventus ditetapkan tereliminasi sesudah ditumbangkan Ajax pada babak perempat final. Padahal sebetulnya mereka punya kesempatan besar guna lolos lantaran berhasil mengantongi satu gol tandang pada leg kesatu.

Hal itulah yang menciptakan publik tak dapat membendung amarahnya untuk Allegri. Trofi Liga Champions ialah mutlak untuk mereka. Tapi pelatih berumur 51 tahun itu tak mau memedulikan, dan melihatnya sebagai unsur dari permainan.

“Itulah unsur dari permainan dan mesti diterima, sebab dapat saja tersebut jadi stimulan,” tutur Allegri laksana yang dilansir dari Goal. “Saya tak pernah mengkritik seseorang yang menjangkau sebuah hasil tertentu atau mengerjakan hal penting,” sambungnya.

“Semuanya punya cara masing-masing. Tapi target mesti dicapai. Dan oleh karenanya, kamu tak dapat mengkritik. Anda dapat suka atau tidak untuk seseorang, tapi kamu tak dapat mengkritik seseorang dengan teknik seperti ini,” lanjutnya.

Sulitnya Raih Scudetto

Kegagalan di Liga Champions menciptakan raihan Scudetto kedelapan kalinya beruntun Juventus seolah terasa hambar. Banyak yang berpikir bahwa dengan situasi Bianconeri ketika ini, torehan Scudetto bukanlah urusan yang berat.

Tapi Allegri mengaku ketidaksepakatannya dengan anggapan itu. Menurutnya, gelar Scudetto tidak diraih dengan semudah itu. Ada tidak sedikit yang mesti dikorbankan oleh semua pemain di atas lapangan serta jajaran manajemen.

“Seseorang tidak memenangkan sesuatu sebab kebetulan, seseorang tidak memimpin suatu bisnis guna menghasilkan satu milyar euro atau 500 juta euro bila dia ialah orang yang bodoh. Itulah yang saya maksud,” tambahnya.

“Hal laksana ini estetis karena ketika saya tiba, di tahun kesatu, sesudah Scudetto kesatu dan kedua… menang lima kali beruntun tidaklah mudah. Itu paling berat. Beberapa orang di sini bahkan sudah menang delapan kali, klub beserta beberapa pemain,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *